Rabu, 07 Maret 2012

identifikasi aldehid dan keton


PERCOBAAN 1
MEMBEDAKAN ALDEHID DAN KETON
TUJUAN PERBOBAAN :
Pada kegiatan ini akan dipelajari bagaimana membedakan gugus fungsi
Landasan Teori :
Di alam ini terdapat bermacam-macam jenis senyawa di antaranya adalah senyawa-senyawa karbonil yang terdiri atas senyawa keton dan aldehid. Di mana kedua senyawa tersebut banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja pada senyawa aldehid berupa formalin yang sering digunakan dalam pengawaten mayat. Etanal atau asetaldehida digunakan dalam pembuatan zat pewarna. Sedangkan dalam senyawa keton misalnya saja aseton yang yang digunakan oleh wanita untuk membersihkan kuteks pada kuku. Dari sini dapat kita ketahui bahwa betapa pentingnya mempelajari senyawa-senyawa ini.
Didalam teknik kimia sendiri aldehid dan keton digunakan untuk identifikasi senyawa. Oleh karena itu dengan adanya percobaan ini praktikan dapat langsung mempraktekkan dan melihat reaksinya secara langsung. Sehingga praktikum ini sangat berguna bagi praktikan dan juga dapat membedakan kedua senyawa ini dan tidak menyalahgunakan dari senyawa-senyawa ini.
                                              O
Aldehid   - C          danKeton  - C – C – C -
H                                    O
Aldehid dan keton mempunyai rumus molekul sama akan tetapi gugus fungsinya berbeda dan keduanya mempunyai gugus karbonil.Senyawa Aldehida dan Keton yaitu atom karbon yang dihubungkan dengan atom oksigen oleh ikatan ganda dua (gugus karbonil).Aldehida adalah senyawa organik yang karbon-karbonilnya  (karbon yang terikat pada oksigen) selalu berikatan dengan paling sedikit satu Hidrogen. 


Pada percobaan Aldehid dan Keton bertujuan untuk
1.      Menguji adanya gugus aldehid dengan preaksi fehling
2.      Menguji aldehid dan keton dengan reaksi addisi nukleofilik 
Proses yang dilakukan untuk menguji adanya gugus aldehid dengan preaksi fehling yaitu larutan Formaldehid.Senyawa aldehid dan keton yaitu atom yang dihubungkan dengan atom Oksigen oleh ikatan ganda dua gugus Karbonil.Aldehid adalah senyawa organic yang karbon-karbonilnya (karbon yang terikat pada Oksigen) selalu berikatan dengan paling sedikit satu Hidrogen.
Keton adalah senyawa organik yang karbon-karbonilnya dihubungkan dengan dua karbon lain.Aldehid dan keton sangat reaktif,tetapi biasanya aldehida lebih reaktif dibanding keton.
Reaksi yang menyebabkan penjenuhan pada ikatan rangkap disebut reaksi addisi (reaksi penjenuhan).Pada reaksi addisi satu ikatan rangkap menjadi terbuka.Sementara itu preaksi yang mengaddisi terputus menjadi dua gugus yang kemudian terikat pada ikatan rangkap yang terbuka tersebut.Apabila preaksi yang mengaddisi bersifat polar gugus yang lebih positif terikat pada Oksigen,sedangkan gugus yang lebih positif terikat pada Oksigen,sedangkan gugus yang lebih negativ terikat pada Karbon.Titik pusat reaktivitas dalam aldehida dan keton ialah ikatan pi dari gugus karbonilnya.Seperti alkena,aldehid dan keton mengalami adisi reagensia pada ikatan pi-nya.
Alat dan bahan yang digunakan :
Alat :                                                                                      Bahan :
-          Tabung reaksi 4 buah                  -   Larutan Perak Nitrat 0,1 M
-          Rak tabung                                    -   Larutan Amonia 2 M 
-          Pipet tetes 4 buah                                                       -    Larutan Fehling A
-          Gelas piala 1 buah                                       -   Larutan Fehling B
-          Kawat kasa                                        -    Larutan NaOH 2 M
-          Pembakar spritus
-          Kaki tiga
Langka kerja :
1.      Membuat preaksi Tollens :
Kedalam satu tabung reaksi masukkan 2 ml larutan perak nitrat 0,1 M (1)
Tambahkan beberapa tetes larutan NaOH 2 M sampai endapan yang terbentuk larut kembali.
2.      Masukkan 1 ml larutan formalin 4% kedalam tabung (2) dan 1 ml aseton ke dalam tabung reaksi (3)
3.      Ke dalam masing-masing tabung 2 dan 3 masukkan 1 ml preaksi tollens.
4.      Panaskan dalam penangas air
5.      Amati apa yang terjadi dan catat
6.      Masukkan 1 ml aseton juga dalam tabung reaksi yang lain sebanyak 1 ml
7.      Kedalam masing-masing tabung tersebut tambahkan 0,5 ml Fehling A + 0,5 ML Fehling B.
8.      Panaskan kedalam penangas air
9.      Amati dan catat apa yang terjadi

Senyawa yang diuji
Pereaksi yang digunakan
Perlakuan
Hasil Pengamatan

Formalin 4 %

Tollens

Dipanaskan
Muncul cermin perak di dasar tabung
Aseton
Tollens
Dipnaskan
Tidak bereaksi

Formalin

Fehling

Dipanaskan
Terbentuk endapan merah bata (Cu)
Aseton
Fehling
Dipanaskan
Tidak bereaksi





Pereaksi Tollens                          Munculnya cermin perak            Endapan merah bata
Rangkuman:
Aldehid merupakan suatu reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksiator-oksidator lemah seperti  pereaksi Fehling dan Tollens.Reaksi oksidasi aldehid menghasilkan asam karboksilat. Sedangkan keto merupakan reduktor yang lemah sehingga tidak dapat mereduksi zat oksidator lemah tersebut.
Reaksi Aldehid dan Keton yang lain :
Aldehid dapat mendamar sedangkan Keton tidak
Aldehid dan Keton dapat direduksi oleh Hidrogen
Aldehid menghasilkan alkohol primer sedangkan Keton menghasilkan alkohol skunder
Aldehid juga dapat direduksi oleh asam Sianida
Aldehid dan Keton dapat bereaksi dengan pereaksi Grignard
Pembahasan:
1.      Bagaimana persamaan reaksi pembentukan larutan perak amoniak ?
Jawab:
AgNO3 + NaOHèAg2O + H2O + NaNO3
     
 Ag2O + NH3         èAg(NH3)2+  + H2O(l)

2.      Tuliskan persamaan reaksi pembentukan cermin perak ?
Jawab:
Tollens dianggap sebagai Ag2O
HCOH  +   Ag2Oè  HCOOH   +   2Ag

3.      Apakah terbentuk endapan merah bata,jika terbentuk tuliskan persamaan reaksinya ?
Larutan formalin yang direksikan dengan pereaksi fehling kemudian dipanaskan akan menhasilkan endapan merah bata yang merupakan hasil reduksi dari Cu.

HCOH  +   2CuO(aq)   è  HCOOH   +   Cu2O(s)

4.      Mengapa alkanon tidak dapat mereduksi pereaksi Fehling dan larutan Perak Amoniak?
Jawab:
Karena dibandingkan dengan aldehid, keton merupakan reduktor yang lebih lemah. Keton tidak dapat mereduksi zat pengoksidasi lemah seperti pereaksi Fehling dan Tollens. Selain itu keton juga tidaka dapat dioksidasi.

5.      Bagaimana dapat dibedakan antara pentanal dengan 2-pentanon yang mempunyai rumus molekul yang sama yaitu C5H10 (tanpa menggunakan reaksi addisi dan gas Hidrogen)
Jawab:
Caranya dengan mereaksiknnya dengan pereaksi tollens atau pereaksi Fehling. Pentanal akan bereaksi dengan kedua pereaksi tersebut sedangkan keton tidak bereaksi.

6.      Dapatkah preaksi Fehling digunakan untuk mendidentifikasikan air seni bagi penderita diabetes?
Jawab:
Ya. Karena pereaksi fehling yang biasa disebut biuret ini bila diteteskan pada air seni yang menandung glukosa lalu dipanaskan maka akan terbentuk endapan merah bata.

7.      Bagaimana dapat dibedakan propoinaldehid dan propanon dengan menggunakan reaksi addisi?
Jawab:
Caranya dengan melakukan reaksi adisi hidrogen. Propionaldehid apabila diadisi akan akan membentuk alkoholprimer sedangkan propanon akan membentuk alkohol sekunder.








PERCOBAAN 2
REAKSI PENGENDAPAN SENYAWA-SENYAWA ALKALI TANAH

v TUJUAN    : Menentukan ada tidaknya ion-ion tersebut terhadap reaksi pengendapan senyawa-senyawa dalam suatu larutan yang tidak dikenal.

v Landasan Teori :
Pada golongan II A yaitu unsur – unsur alkali tanah, terdiri dari logam – logam Berilium (Be), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Sebenarnya, istilah tanah diperuntukkan bagi sifat zat – zat yang relatif tidak dapat larut dalam air, serta tidak dapat mengalami perubahan jika dipanaskan.Senyawa golongan II A banyak yang sukar larut dalam air.
Unsur – unsur golongan II A umumnya ditemukan dalam tanah berupa senyawa yang tidak larut.Oleh karena itu disebut alkali tanah.Logam alkali tanah juga membentuk larutan yang basa, tetapi lebih lemah jika dibandingkan dengan logam alkali. Melalui percobaan ini kita akan memperoleh pengetahuan tentang kereaktifan unsur – unsur tersebut, sehingga akan lebih mudah untuk mengenalinya dalam kehidupan sehari – hari pada suatu sistem yang bereaksi. Yang akan dibahas dalam percobaan ini adalah mengenai sifat – sifat unsur – unsur, jari – jari atom, energi ionisasi serta keelektronegatifannya dari unsur alkali dan alkali tanah. Semua unsur golongan I A dan golongan II A relative mudah melepas elektron terluarnya, dengan perkataan lain unsur – unsur itu mempunyai energi ionisasi yang rendah dari Litium (Li) ke Sesium (Cs), jari – jari atomnya makin kecil energi ionisasinya.

Reaksi pengendapan tergantung dari harga Ksp atau kelarutan masing-masing zat yang bereaksi.Semakin mudah terjadi endapan, semakin kecil kalarutan atau hargaKspzat–zatyangmengendap.Kelarutan senyawa alkali tanah,misalnya kalsium dan barium dalam larutan sulfat ( SO42- ), karbonat ( CO32- ), oksalat (C2O42-), kromat ( CrO42- ) , sangat bervariasi sesuai dengan harga Ksp nya. Misalnya harga Ksp dari Ba sampai Ca untuk senyawa sulfat ( MSO4 ) naik, namun senyawa BaSO4 dan CaSO4 tidak larut dalam air.
Berdasarkan data dibawah ini, berikan tanda ( + ) pada kolom ramalan jika terjadi endapan pada pencampuran ion alkali tanah dan larutan ion pereaksi dengan volum yang sama. Berikan tanda ( - ) jika tidak terjadi endapan
Ion Logam Alkali Tanah
0.05 M
Ion Pereaksi 0,05M

Ksp

Ramalan

Alasan
Mg2+

1,0x10-4
(+)
Qsp > Ksp
Ca2+
CO32-
5,0x10-9
(+)
Qsp > Ksp
Sr2+

1,0x10-10
(+)
Qsp > Ksp
Ba2+

5,0x10-9
(+)
Qsp > Ksp
Mg2+

Besar
(-)
Qsp < Ksp
Ca2+
SO42-
1,0x10-7
(+)
Qsp > Ksp
Sr2+

5,0x10-7
(+)
Qsp > Ksp
Ba2+

1,0x10-10
(+)
Qsp > Ksp
Mg2+

8,5x10-5
(+)
Qsp > Ksp
Ca2+
C2O42-
2,0x10-9
(+)
Qsp > Ksp
Sr2+

5,0x10-8
(+)
Qsp > Ksp
Ba2+

2,0x10-7
(+)
Qsp > Ksp
Mg2+

Besar
(-)
Qsp < Ksp
Ca2+
CrO42-
1,0x10-4
(+)
Qsp > Ksp
Sr2+

2,0x10-5
(+)
Qsp > Ksp
Ba2+

1,0x10-10
(+)
Qsp > Ksp










v
BAHAN           :          
Larutan MgCl2           0,05M             20ml
Larutan CaCl2             0,05M             20ml
Larutan BaCl2 0,05M             20ml
Larutan SrCl2              0,05M             20ml
Larutan Na2CO3         0,05M             20ml
Larutan Na2SO4         0,05M             20ml
Larutan Na2C2O4        0,05M             20ml
Larutan Na2CrO4        0,05M             20ml

 
ALAT dan BAHAN      :
ALAT:
Tabung Reaksi            12 buah                     BAHAN:         
Rak Tabung   1 buah
Silinder Ukur 10ml   1 buah
Pipes Tetes                 8 buah
Batang Pengaduk      2 buah



v LANGKAH KERJA             :

1.      Ambillah 4 tabung reaksi :
2ml larutan Mg2+ tuangkan kedalam tabung 1
2ml larutan Ca2+ tuangkan kedalam tabung 2
2ml larutan Sr2+ tuangkan kedalam tabung 3
2ml larutan Ba2+  tuangkan kedalam tabung 4
Tambahkan kedalam tabung reaksi itu 2ml larutan CO32-
Catat pengamatan anda pada table dibawah ini dengan memperhatikan apakah terjadi pengendapan banyak / tebal atau sedikit/tipis, ataukah keruh saja, jangan lupa catat juga warna pengendapannya

2.      Ulangi percobaan tersebut dengan mengganti larutan CO32- dan larutan SO42- ; C2O4 ; CrO42- sebagai anionnya



Ion Logam Alkali Tanah
Ion Pereaksi 0,05M

Ksp
Ramalan
Kecocokan terhadap ramalan

Alasan
Mg2+

1,0x10-4
+
Cocok
Qsp > Ksp
Qsp > Ksp
Qsp > Ksp
Qsp > Ksp
Ca2+
CO32-
5,0x10-9
++
Cocok
Sr2+

1,0x10-10
-
Cocok
Ba2+

5,0x10-9
+++
Cocok
Mg2+

Besar
-
Cocok
Qsp > Ksp
Konsentrasi salah
Qsp > Ksp
Qsp > Ksp
Ca2+
SO42-
1,0x10-7
-
Tidak Cocok
Sr2+

5,0x10-7
+
Cocok
Ba2+

1,0x10-10
++
Cocok
Mg2+

8,5x10-5
-
Tidak Cocok
Konsentrasi salah
Qsp > Ksp
Qsp > Ksp
Qsp > Ksp
Ca2+
C2O42-
2,0x10-9
+
Cocok
Sr2+

5,0x10-8
++
Cocok
Ba2+

2,0x10-7
+++
Cocok
Mg2+

Besar
-
Cocok
Qsp > Ksp
Konsentrasi salah Konsentrasi salah
Qsp > Ksp
Ca2+
CrO42-
1,0x10-4
-
Tidak Cocok
Sr2+

2,0x10-5
+
Tidak Cocok
Ba2+

1,0x10-10
++
Cocok






Hasil Pengamatan:
 













1.      Berdasarkan data hasil percobaan bagaimana cara mengenal adanya ion alkali tanah dalam suatu larutan ?
a)      Ion Mg2+è Jika bereaksi dengan keempat garam diatas akan larut.
b)     Ion Ca2+èJika bereaksi dengan oksalat akan mengendap.
c)      Ion Sr2+èJika bereaksi dengan sulfat dan kromat akan keruh.
d)     Ion Ba2+ èJika bereaksi dengan keempat garam diatas akanmengendap.

2.      Dari data Ksp, garam Chromat manakah yang paling sukar larut ? Berapa kelarutannya ?
Jawab:
Garam kromat yang paling sukar larut adalah BaCrO4. Ksp BaCrO4adalah 1,0x10-10, sangat kecil dibandingkan Qsp larutan yaitu 2,5 . 10-3.

3.      Suatu larutan diduga mengandung ion kalsium dan ion barium. Bagaimana cara menguji ini untuk memastikan adanya kedua ion tersebut ?
Jawab:
Caranya dengan mereaksikan larutan tersebut dengan oksalat. Setelah direaksikan dengan oksalat, maka akan terbentuk banyak endapan.

4.      Bagaimana cara memisahkan ion Ca2+ dari campurannya dengan ion Mg2+ dan ion Ba2+?
Jawab:
Cara memisahkan ion berikut dari campurannya:
o   Ca2+   = direaksikan dengan oksalat.
o   Mg2+= direaksikan dengan NaOH berlebih.
o   Ba2+   = direaksikan dengan larutan sulfat, oksalat atau kromat.

5.      Dari hasil percobaan, bagaimanakah kelarutan garam : garam sulfat, oksalat dan khromat dari alkali tanah ? Jelaskan !
Jawab:
Kelarutan garam sulfat dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin kecil. Demikian halnya dengan kelarutan garam kromat, Sedangkan kelarutan garam  oksalatpada umumnya semakin besar.

6.      Bagaimana halnya dengan kelarutan alkali tanah ?
Jawab:
Kelarutan alkali tanah pada umumnya dalam satu golongan semakin kecil.

Kesimpulan:
Penentuan jenis ion alkali tanah dalam suatularutan dapat dibuktikan dengan melihat reaksi pengendapannya. Terjadi atau tidaknya suatu pengendapan sangat bergantun pada hasil kali kelarutannya.
Tugas:
1.      Bagaimana dapat diterangakan bahwa kelarutan basa alkali tanah dari atas kebawah dalam golongannya bertambah?
Karena dalam percobaan, jumlah endapan meninkat dari atas ke bawah.


2.      Begaimana dapat diterangkan bahwa kelarutan garam kromat dari atas ke bawah dalam golongannya makin berkurang?
Jawab:
Karena dari atas ke bawah dalam satu golongan endapan yang muncul makin banyak.

3.      Bila ke dalam 60 ml larutan 0.0005 M K2SO4 ditambahkan 40 ml larutan 0,001 M Ba (NO3)2 periksalah apakah terjadi pengendapan BaSO4? (Ksp BaSO4 = 1 x 10-10)
Jawab:
Jadi, Qsp = SK2SO4x  SBa (NO3)2
                 =  5 . 10-4 x  10-3
                 =  5 . 10-7 Qsp < Ksp berarti tidak terjadim penendapan.
4.      Data dibawah ini menunjukkan hasil percobaan dari reaksi-reaksi ion alkali tanah dalam keadaan larutan:

Pereaksi
Tabung 1
Tabung 2
Tabung 3
Tabung 4
NaOH   0,01M
-
+
0
-
Na2SO4  0,01M
+
-
-
+
Na2C2O4  0,01M
+
-
0
+
K2Cr2O4  0,01 M
+
-
-
0

Kation apakah yang terdapat dalam tabung 1, 2, 3, 4
Jawab:
·        Tabung 1  =  lon Ba2+ .
·        Tabung 2  =  Ion Mg2+.
·        Tabung 3  =  Ion Sr2+
·        Tabung 4  =  Ion Ca2+










DAFTAR PUSTAKA

·     Susilowati, Endang.2009. Theory and Application of Chemistry. Solo: Tiga Serangkai.
·     Ari, Ruminten. 2009. Kimia untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Gendarin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar